![]() |
| Foto: Edwar Erlan |
Serinuho, Flores Timur – Kondisi ruas Jalan Pantai Utara (Pantura) yang melintasi Desa Serinuho, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat itu kini mengalami kerusakan parah akibat abrasi Laut Flores dan genangan air hujan yang terus menggerus badan jalan.
Di sejumlah titik yang berada di bibir pantai, gelombang Laut Flores kerap menerjang hingga ke badan jalan, terutama saat pasang. Air laut yang terus menghantam aspal menyebabkan lapisan permukaan jalan terkelupas. Kini, di beberapa lokasi, aspal telah hilang sepenuhnya dan hanya menyisakan kerikil serta bebatuan yang membuat kendaraan harus melaju dengan sangat hati-hati.
Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang harus melewati permukaan jalan yang tidak rata dan licin.
Tidak hanya kawasan yang terdampak abrasi laut, kerusakan juga ditemukan pada sejumlah titik yang berada lebih jauh dari garis pantai. Di lokasi-lokasi tersebut, badan jalan dipenuhi genangan air hujan akibat buruknya sistem drainase. Air yang menggenang dalam waktu lama mempercepat kerusakan lapisan aspal hingga membentuk lubang-lubang dengan berbagai ukuran.
Masyarakat setempat mengaku kondisi jalan semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Mereka berharap adanya penanganan segera dari pemerintah karena jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah pantai utara Flores Timur.
Selain menghambat aktivitas masyarakat, kerusakan jalan juga berdampak pada distribusi hasil pertanian, perikanan, dan kebutuhan pokok. Kendaraan angkutan harus mengurangi kecepatan saat melintasi ruas yang rusak, sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama dan biaya transportasi meningkat.
Warga menilai penanganan sementara seperti penimbunan kerikil belum mampu mengatasi persoalan secara menyeluruh. Mengingat ancaman abrasi dari Laut Flores terus berlangsung, diperlukan langkah penanganan yang lebih komprehensif, termasuk pembangunan talud atau pengaman pantai serta perbaikan konstruksi jalan yang lebih tahan terhadap terpaan gelombang laut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jalur Pantura Serinuho. Perbaikan infrastruktur ini dinilai sangat penting demi menjamin keselamatan pengguna jalan, memperlancar arus transportasi, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.
Dengan kondisi jalan yang semakin rusak, pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan maupun ketika air laut sedang pasang, agar terhindar dari risiko kecelakaan di sepanjang Jalur Pantura Serinuho.
![]() |
| Foto: Edwar Erlan |
![]() |
| Foto: Edwar Erlan |



