| Foto: Frederikus Kiang |
Serinuho, Flores Timur – Warga Desa Serinuho, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, mengaku resah dengan dugaan maraknya praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan lepas pantai yang berada di sepanjang Jalur Pantai Utara (Pantura). Aktivitas yang diduga berlangsung secara berulang itu dikhawatirkan mengancam kelestarian ekosistem laut sekaligus mata pencaharian nelayan tradisional.
Menurut keterangan sejumlah warga, suara ledakan dari arah laut masih sesekali terdengar, terutama pada waktu-waktu tertentu. Mereka menduga suara tersebut berasal dari praktik penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak, sebuah cara yang dilarang karena dapat merusak terumbu karang dan memusnahkan berbagai biota laut.